Translate

Selasa, 04 September 2012

Kesalahan yang sering dilakukan ketika mengejan


inmagine.com
Pada saat menjalani persalinan normal, mengejan adalah salah satu proses alamiah saat mendorong bayi keluar. Pada saat proses mengejan perlu dilakukan dengan baik dan benar agar kekuatan bunda tidak sia-sia. Beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengejan :
Menutup Mata
Lebih baik membuka mata dan arahkan pandangan ke arah perut. Menutup mata saat mengejan akan membuat tekanan pada mata yang menyebabkan mata menjadi merah dan baru hilang beberapa hari kemudian.
Mengangkat panggul
Hal ini bisa membuat robekan perineum lebih lebar sehingga anda akan lebih banyak menerima jahitan.
Berteriak
Banyak bunda yang berteriak untuk melepaskan rasa sakit yang begitu hebat saat proses melahirkan. Namun hal ini tidak bagus karena selain menguras tenaga juga membuat tenggorokan kering, batuk, serak dan suasana menjadi panik. Lebih baik pusatkan tenaga untuk mengejan.
Mengejan sebelum ada instruksi dokter atau bidan
Lakukan pernafasan panting (pendek-pendek dan cepat)  sebelum pembukaan lengkap dan ada instruksi dokter. sembarangan mengejan, selain membuang tenaga percuma, mengejan tidak teratur juga menyebabkan jalan lahir bengkak.
Menahan Mengejan
Terkadang Bunda menahan mengejan karena takut feses ikut keluar dari anus. Untuk itu kosongkan usus 24 jam sebelum proses persalinan.
Bernafas serabutan
Pelajari teknis bernafas menghadapi persalinan karena dengan teknik pernafasan yang benar akan menjadi sumber tenaga saat mengejan dan mengurangi rasa sakit.
Read More..

Mengurangi Nyeri Persalinan Normal


inmagine.com
Nyeri persalinan perlu diatasi supaya memudahkan proses persalinan, mengurangi kesakitan dan kematian ibu maupun bayi serta agar ibu dan bayi terbebas dari rasa depresi. Cara mengatasinya ada beberapa tips :
1. Pada posisi pembukaan jalan lahir posisi yang dianjurkan :
• Berdiri dibelakang kursi dengan rileks, lalu letakkan tangan pada sandaran kursi.
• Berdiri menghadap suami, lingkarkan lengan pada leher suami, dan suami memijat lembut punggung istri.
• Sandarkan punggung pada suami secara santai, dan suami mendinginkan wajah istri dengan waslap.
• Rileks dengan posisi menungging dan rebahkan kepala pada bantal, lalu suami mengusap lembut pada punggung
2. Teknik Pernafasan
• Tarik nafas dalam-dalam dan teratur melalui hidung dan keluarkan melalui hidung.
• Pada puncak kontraksi, bernafaslah dengan ringan dan pendek-pendek.
• Jika ingin mengejan, tarik nafas dalam-dalam, tahan sebentar lalu mengejan seperti buang air besar.
• Saat kontraksi menghilang, ambil nafas dan tubuh dibuat rileks.
3. Pada pengeluaran bayi, posisi yang dianjurkan adalah :
• Sandarkan punggung diantara kedua lutut suami. ( posisi suami duduk di kursi)
4. Posisi duduk
• Duduk dengan posisi menungging, menggunakan tangan dan kaki untuk meyangga berat tubuh.
• Menundukkan kepala, meregangkan kaki dan memegang ujung bawah pada mengejan.
• Rilek dan sandarkan tubuh ke bantal sewaktu tidak ada kontraksi
• Duduk tegak pada saat mengejan.
Hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat persalinan :
  • Posisi Terlentang
  • Mengejan sebelum pembukaan jalan lahir lengkap ( mengejan terlalu dini)
  • Mengejan dengan posisi terlentang
  • Mengejan dengan menahan nafas panjang.(bidandesa.com)
Read More..

Tanda-Tanda Persalinan



inmagine.com
Proses persalinan pada setiap wanita itu berbeda-beda. Namun Ada beberapa tanda – tanda persalinan yang dapat membantu ibu untuk memperkirakan kapan waktu bersalin tiba.

Engagement ( turunnya kepala bayi pada panggul )

Ketika Persalinan sudah dekat kepala bayi mulai turun ke tulang panggul. Ini adalah akibat pelunakan uterus. Pada wanita yang melahirkan untuk pertama kalinya, tanda – tanda persalinan ini terjadi beberapa minggu sebelum persalinan yang sesungguhnya. Sedangkan untuk Kehamilan berikutnya, tanda – tanda ini akan dirasakan ketika mendekati persalinan.

Kontraksi Reguler dan Rasa Nyeri Dari Rahim

Mengejangnya otot-otot rahim yang dimulai dari bagian atas perut, yaitu puncak rahim menuju keseluruh bagian rahim dari atas ke bawah dan akhirnya terasa keseluruh rahim. Kontraksi membuat otot-otot rahim berkerut dan menarik serta membuka mulut rahim sambil mendorong kepala bayi ke arah jalan lahir.
Keluarnya Lendir dan Darah ( Bloody Show )
Kondisi ini disebabkan oleh adanya proses pembukaan dan pendataran mulut rahim. Lendir ini awalnya berada dan menyumbat mulut rahim. Karena terjadi kontraksi yang kemudian membuka mulut rahim maka cairan inipun keluar
Pecahnya Ketuban
Semakin dekat proses kelahiran, kantung ketuban yang selama ini melindungi bayi dalam rahim, akan pecah dan mengeluarkan cairan ketuban yang berwarna jernih atau kadang kala keruh karena bercampur lemak kulit. Jika hal ini terjadi diduga persalinan akan terjadi dalam 24 jam. bayi akan semakin dekat ke arah pelebaran rahim.(bidandesa.com)
Read More..

IQ Bayi Rendah Karena Pestisida Saat Hamil



Wanita yang sedang hamil sebaiknya berhati-hati memilih sayuran atau buah-buahan. Konsumsi pestisida yang tinggi pada sayur dan buah saat hamil bisa membuat bayi terlahir dengan tingkat IQ lebih rendah.
Menurut tiga buah studi, anak-anak yang lahir dari ibu yang sering terpapar pestisida tertentu saat hamil memiliki IQ (Intelligence Quotient) yang lebih rendah ketimbang rekan-rekannya yang tidak terpapar pestisida sejak dalam kandungan.
Pestisida yang dikenal sebagai organofosfat, umumnya disemprotkan pada tanaman pangan dan dapat ditemukan pada berry, kacang hijau, buah-buahan dan sayuran lainnya yang dijual di toko-toko.
Pestisida juga telah digunakan di rumah dan kebun, walaupun penggunaan indoor (untuk dalam ruangan) telah secara luas dibatasi karena masalah keamanan.
Organofosfat yang membunuh hama dengan menyerang sistem saraf, sebelumnya telah dikaitkan dengan keterlambatan perkembangan dan masalah perhatian pada anak-anak yang terpapar di dalam rahim.
Sekarang, para peneliti di dua lokasi yang berbeda telah menemukan bahwa IQ anak-anak cenderung menurun secara proporsional karena paparan pestisida saat ibu hamil.
Salah satu studi diikuti ratusan ibu dan anak-anak Latin di California’s Salinas Valley, pusat pertanian komersial. Banyak wanita yang menjadi pekerja kebun atau memiliki anggota keluarga yang bekerja di ladang.
Ketika wanita-wanita tersebut hamil, peneliti menguji air seni mereka untuk beberapa bahan kimia produk standar organofosfat dengan menggunakan alat pengukuran eksposur.
Hasilnya, para ibu hamil yang terpapar pestisida tingkat tertinggi memiliki anak-anak pada usia 7 tahun dengan IQ tujuh poin lebih rendah dibandingkan rata-rata anak yang ibunya sangat rendah terpapar pestisida (rata-rata adalah 100).
“Ini tidak berbeda dengan penurunan yang kita lihat pada anak yang terkena paparan timbal tinggi,” jelas penulis senior studi, Brenda Eskenazi, Ph.D., seorang profesor epidemiologi dan kesehatan ibu dan anak di University of California, Berkeley, seperti dilansirHealth.com, Selasa (26/4/2011).
Menurut catatan studi, organofosfat yang ‘lolos’ dari ibu ke janin melalui plasenta dan tali pusar, bisa lebih merusak perkembangan janin ketimbang yang langsung terpapar pada anak-anak (yang sudah dilahirkan).
Peneliti mengatakan, tren serupa juga bisa ditemukan di luar komunitas pertanian. Wanita hamil di luar komunitas pertanian juga bisa terpapar pestisida tingkat tingg dari buah dan sayur yang dimakannya.
Namun Eskenazi menekankan, bagaimanapun wanita hamil tidak boleh berhenti makan buah-buahan dan sayuran.
“Benar-benar penting bahwa mereka (ibu hamil) memiliki pola makan yang memadai dalam hal kesehatan anak mereka,” kata Eskenazi.
Namun, ia menambahkan, sangat penting untuk mencuci buah dan sayuran, bahkan pada buah yang memiliki kulit.
“Buah dan sayur tetap harus dicuci sebelum Anda mengupasnya,” tegasnya.
Read More..